Kedatangan Habib Rizieq di Lombok Ditolak PMII, Pemuda Ansor, dan IPNU. Alasannya Telak Banget…..!

spirit-212-masyarakat-ntb-siap-hadiri-tabligh-akbar-bersama-habib-rizieq-headlineislamcom

Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab dijadwalkan menghadiri tabligh akbar di Lombok Tengah, Nusa Tenggara Barat (NTB), 29 Januari mendatang.

Sekretaris Panitia Tabligh, Deddy AZ menyampaikan, Habib Rizieq akan datang ke NTB bersama Ustadz Bachtiar Nasir, Ustadz Zautun Rasmin dan KH Asyafi’i Rasyid.

Kegiatan tabligh kbar kali ini dilakukan untuk mengingat kembali spirit gerakan 212 beberapa waktu lalu, sekaligus penggalangan dana untuk korban banjir Bima.

Seputar info ini diungkapkan Deddy, awalnya kegiatan tabligh akbar dan penggalangan dana banjir Bima akan dilaksanakan di Islamic Center (IC) pada tanggal 29 Januari mendatang.

“Lokasi tidak jadi di Islamic Center, karena Pemprov tidak memberikan izin,” terangnya Selasa kemarin (17/1).

Akibat tidak diberikan izin penggunaan IC oleh pemprov, panitia kemudian memindahkan lokasi acara ke Lombok Tengah. Tepatnya di Alun-Alun Tastura.

“Kalau Pemkab Loteng, mereka sudah keluarkan izin untuk kegiatan tabligh,” kata pria yang juga Ketua Aliansi Umat Islam (AUI) NTB ini.

Kepala Bangkesbangpoldagri Provinsi NTB, H Lalu Syafi’i membantah keras tudingan panitia penyelenggara.

Menurutnya, pemprov sama sekali tidak pernah menolak jika tabligh akbar dilaksanakan di Islamic Center.

Ditegaskan, panitia penyelenggara sebenarnya tidak pernah meminta izin penggunaan Islamic Center.

“Tidak pernah ada surat masuk mau pinjam Islamic Center. Kalau ada, pasti kita respon dan lapor ke gubernur. Tapi ini memang tidak ada kok,” ungkapnya.

Lebih lanjut disampaikan, jangankan surat permintaan penggunaan Islamic Center, koordinasi secara lisan pun tidak pernah dilakukan oleh panitia.

Pemprov sendiri mengetahui rencana kegiatan tersebut dari intelijen yang terus mengamati setiap rapat-rapat kepanitiaan.

Pemprov tentunya akan bijaksana andaikan memang ada surat permintaan. Apalagi Islamic Center akan digunakan untuk lokasi dakwah.

“Sepanjang memenuhi syarat dan memungkinkan, tentu bisa dipakai. Tapi kan memang tidak pernah ada surat permintaan itu,” ucapnya.

Saat dikonfirmasi kembali kepada sekretaris panitia Deddy AZ, akhirnya mengakui bahwa permintaan penggunaan Islamic Center ditolak oleh panitia pembangunan Islamic Center.

“Pengelola Islamic Center yang tolak karena masih dalam proses penyelesaian pembangunan,” jawab Deddy.

Sementara, rencana kedatangan Habib Rizieq Shihab ditolak sejumlah ormas yang tergabung dalam Aliansi Desak Datu.

Sekretaris Pengurus Wilayah (PW) Gerakan Pemuda Ansor NTB, Irfan Suryadinata mengungkapkan, pandangan keagamaan Habib Rizieq dikhawatirkan mengganggu ketentraman masyarakat NTB.

“Kekhawatiran kami, masyarakat Lombok akan diprovokasi. Tahu sendiri kan bagaimana Habib Rizieq, jangan sampai di sini dia ngomong yang tidak-tidak,” ujarnya.

Selain PW Gerakan Pemuda Ansor NTB, sejumlah ormas lainnya yang juga tergabung dalam Aliansi Desak Datu yakni Pergerakan Mahasiswa Islam Indonesia (PMII), Ikatan Pelajar Nahdhatul Ulama (IPNU) dan Lembaga Kajian dan Pengembangan Sumber Daya Manusia (Lakpesdam) NU NTB.

Semua organisasi tersebut sepakat tidak ingin pandangan keagamaan masyarakat Lombok disusupi paham yang dimiliki oleh Habib Rizieq.

Menurut Irfan, menolak kedatangan Habib Rizieq ataupun FPI bukan berarti menolak ulama dan Islam.

“Demi Allah, kami juga Islam dan patuh pada ulama. Tapi ulama yang bagaimana dulu, kita di sini punya banyak ulama. Kenapa mesti datangkan ulama dari luar?” kata Irfan, seperti diberitakan Radar Lombok (Jawa Pos Group/pojoksatu).

Advertisements

Berhadapan Dengan Megawati, Rizieq Shibab Selesai

untitled-1

Kegaduhan politik berbau SARA yang sudah dimulai sejak Jokowi-Ahok naik menjadi DKI1-2 di tahun 2012, mencapai matang di Pilpres 2014 ketika Jokowi menjadi RI1, dan Ahok menjadi DKI1.  Dalam prosesnya, FPI (Front Pembela Islam) yang wajah depannya identik dengan Riezig Shihab berkembang menjadi ormas intoleran, radikal, sekaligus laris dipakai kepentingan-kepentingan politik yang berbenturan.

Setelah itu, seperti singa yang mengaum-aum mencari lubang, maka akhirnya melalui Ahok arus politik SARA mencapai klimaks melalui demo 411, dan 212.  Demo yang coba disakralkan dengan membuat koperasi, produk, bahkan demo susulan yang berbau sama.  Menggelikan, tapi itulah realitasnya.

Ahok dijadikan pintu untuk menggoyang Jokowi. Tapi skenario itu keburu dipatahkan, orang-orang yang hendak makar segera dipadamkan. Tapi rupanya, kuda tunggangan para politikus, Riezig Shihab, tidak menyadari atau mungkin sudah kepalang basah, maka tetap nekat untuk melancarkan serangan-serangan membabi buta.

Disisi lain, Nahdatul Ulama (NU) ormas Islam terbesar di Indonesia pun terlihat sampai terkaget-kaget ketika Kiai sekelas Gus Mus sampai dihina di medsos, sehingga segera bergerak untuk melindungi kehormatan para Kiainya. Ketua umum NU, KH Said Aqil tidak merekomendasi untuk mengikuti demo 212. Sehingga tensi antara ormas intoleran dan NU pun terlihat meningkat.

Dan ini “gilanya”, tak berhenti disitu, serangan ke Ahok, Jokowi, dan NU ternyata berlanjut ke PDI-P, partai pemenang dan yang berkuasa saat ini.

Dan serangan ini tidak main-main, melalui demo di depan Mabes Polri, Riezig Shihab mendesak kepolisian untuk memproses Megawati secara hukum  atas dasar penistaan agama ketika memberikan pidato politik HUT PDI-P yang ke-44.

Kali ini Riezig offside, dan dia merasakan itu, sehingga meminta dengan nada memelas supaya “didamaikan” secara kekeluargaan terhadap semua pihak (kecuali Ahok) yang beurusan hukum dengan dia termasuk dengan Megawati, meskipun dengan embel-embel ancaman “daripada ada bentrok horizontal”.

Tapi rupa-rupanya Rizieg sudah sampai ke point of no return. PDI-P marah besar. Melalui siaran pers (17/1/17), sekjen PDI-P Hasto menyatakan 4 poin yang sangat lugas dan frontal. Sama dengan para ansor yang marah karena Kiai-Kiainya dihina, sekarang kader-kader Banteng mengamuk karena ibu Banteng diusik. Berikut adalah kutipan-kutipan setiap poin (tidak utuh) dari sumber web resmi PDI-P

Sekiranya Bapak Rizieq Shihab (mohon maaf kami tidak menyebut Beliau Habib berdasarkan apa yang saya baca dari pendapat KH Said Aqil Siradj), memang akan berhadapan dengan Ibu Ketua Umum Partai, maka sebagai Sekjen Partai saya tegaskan bahwa kami siap berhadapan dengan Pak Rizieq. (Poin 1)

Sekiranya Pak Rizieq ada yang tidak puas, sampaikan melalui jalur hukum, dan kami akan siapkan pembela hukum terbaik. Bagi kami komitmen terhadap pondasi kehidupan berbangsa dan bernegara tidak bisa ditawar-tawar. (Poin 2)

Apa yang dilakukan oleh FPI dengan membubarkan aksi kemanusiaan berupa pengobatan gratis merupakan tindakan yang telah melampaui batas. Tidak bisa diterima dan mendesak aparat penegak hukum untuk bertindak cepat. Ada batas kesabaran dari kami, dan pesan yang ingin saya sampaikan ke Bapak Rizieq adalah kami tidak takut. Kami siap berhadapan jika mereka terus bertindak main hakim sendiri. (Poin 3)

Krn itulah tuduhan Pak Rizieq ke Ibu Megawati sangat tidak beralasan. Sikap Ibu Megawati yang keras di dalam membela perdamaian di Timur Tengah itulah yang juga ikut mewarnai konstelasi pilpres 2004. Disitulah kenegarawanan Ibu Megawati termasuk ketika membela Ustadz Abu Bakar Baasyir agar tidak di ekstradiksi karen atugas peminpin untuk melindungi segenap bangsa dan sel tumpah darah Indonesia. (Poin 4)

Dari poin-poin itu terlihat bahwa PDI-P langsung menembak dan menantang Rizieg Shihab. Entah mau sembunyi kemana lagi, meminta bantuan DPR pun Fadli Zon, dan Fahri Hamzah tidak akan mampu lagi membendung kemarahan jutaan kader PDI-P. Prabowo dan SBY sebagai “sesepuh” dibelakang layar tidak akan berani menyentuh Megawati.  Apakah Anies bisa menjembatani? Itupun sulit dibayangkan.

Pidato Megawati sendiri terlihat sangat nasionalis dan sangat berapi-api. Orasi politik yang sangat menggetarkan semangat untuk kembali ke ideologi Pancasila, dan teguh dengan pemerintahan yang sah. Dengan gayanya yang lugas dan khas, Megawati “guyon” kepada Jokowi dan Jusuf Kalla :

Jadi kalau ada yang mau macam-macam itu Bapak Presiden, Bapak wapres…panggil saja KITA…lha kalau ada yang mau macam-macam anak buah saya sudah ada lho Bapak… (Megawati)

Pernyataan-pernyataan yang langsung menantang siapapun yang mencoba makar terhadap pemerintah yang sah (landasan struktural) dan mengganti Pancasila (landasan Ideologi). Megawati menekankan PDI-P adalah partai berbasis ideologi yang akan terus teguh membela terhadap semua serangan ideologi tertutup (radikal, intoleran.

Sebuah pernyataaan-pernyaatan yang seharusnya diberikan standing ovation, tapi oleh Rizieg Shihab (dan kawan-kawan) dianggap penistaan agama. TIdak heran kemarahan sang ibu Banteng tidak terhindar lagi.

Riezig harusnya bertanya dulu kepada SBY bagaimana rasanya bermusuhan dengan Megawati. Sampai kepada titik nol, kalau tidak ada mujizat terjadi Rizieg akan dikejar banteng. Itu yang akan terjadi.

3 hal yang Rizieg akan sesali seumur hidupnya karena telah menyentuh Megawati:

Pertama, Megawati adalah PDI-P, PDI-P adalah Megawati. Dan saat ini PDI-P boleh dikatakan satu-satunya partai ideologis yang masih bertahan sejak orde baru dan memiliki sejarah sampai ke berdirinya negara melalui Bung Karno sang Ayah, lahirnya Pancasila yang sudah dikeppreskan Jokowi (Keppres 24/2016).  Artinya, Rizieg telah menyentuh kekuatan idelogis terbesar Indonesia.

Kedua, Jokowi adalah kader PDI-P, dan selalu dengan PDI-P sejak dari Solo, Jakarta, sampai Indonesia. Hubungan Jokowi dan Megawati adalah hubungan yang sangat erat secara politis maupun pribadi. Artinya, secara kekuasaan Megawati saat ini bisa dikatakan ada dipuncaknya. Dan Rizieg lupa diri sehingga telah menyentuh kekuasaan negara terbesar yang ada sekarang.

Ketiga, pengikut fanatik Megawati dan/atau PDI-P adalah wong-wong ciliki (grass root). Mereka ini “preman-preman” yang siap tempur dalam arti yang sebenarnya. Bukan retorika, tapi memang itu realitas yang sudah menjadi rahasia umum.  Bahkan dalam orasi politik yang sama, Megawati mengatakan:

Anak-anak saya ini nakal-nakal Bapak Presiden, tapi kalau untuk bangsa dan negara, jiwa mereka berikan (Megawati)

Menyentuh Megawati berarti menyentuh pasukan banteng akar rumput yang jumlahnya saya pastikan lebih dari sekedar memenuhi Monas, bundaran HI, dan juga lapangan-lapangan yang ada.  Hebat bukan Rizieg yang berani menantang banteng-banteng ini?

Sekarang ini Kapolda Metro Jaya sudah secara frontal mengatakan : Kapolda Metro Jaya: Mulutmu Harimaumu, Itu Pesan Saya kepada Rizieq, Wiranto mengatakan “Wiranto: Indonesia Negara Hukum, Bukan Negara Ormas“, dan kapolda Jabar, Anton Charliyang, yang sedang berhadapan dengan Rizieg di kasus penistaan Pancasila mengatakan “

“Datang beribu-ribu orang tanpa izin, apa etis? Apa itu adab? Kalau benar, kenapa takut? Sendiri saja hadapi,” tuturnya

Ahok dikriminalisasi, Jokowi hendak digulingkan, NU dihina, dan sekarang Megawati ditudah menistakan agama? Semunyanya menjadi blessing in disguise karena akhirnya Indonesia melihat akhir cerita sinetron Rizieg yang ceritanya sudah bertele-tele terlalu lama. Inilah seputar info yang kami dapatkan.

Kena deh ! Secara Moral, Kapolda Jabar Harus Minta Maaf Ke Publik

buntut-demo-4-november-polri-rekam-semua-orator-siapa-kena-pasal-hate-speech-e1478343922712

Kericuhan yang terjadi pasca pemeriksaan Imam Besar Front Pembela Islam (FPI) Habib Rizieq Shihab di Mapolda Jabar, Kota Bandung, Kamis(12/1) merupakan bentuk kegagalan Polda dalam menjaga kondusifitas.

Begitu kata Presidium Korps Alumni Himpunan Mahasiswa Islam (KAHMI) Jabar Aldwin Rahadian, di Bandung, Jawa Barat, Minggu (15/1).

“Kami sangat menyayangkan terjadi kericuhan dan tindakan kekerasan serta aksi premanisme ini. Peristiwa ini menjadi preseden buruk bagi Polri, khususnya Polda Jabar karena dikhawatirkan bisa memantik konflik horizontal yang lebih luas,” kata suami dari anggota DPD RI Fahira Idris tersebut.
Menurutnya, Kapolda harus bisa menjadi mitra masyarakat yang berdiri di semua golongan dan tidak berpihak. Sayangnya, dalam insiden ini, Kapolda Jabar Irjen Pol Anton Charliyan gagal mengatasi keributan yang terjadi antara FPI dengan organisasi binaaanya, Gerakan Masyarakat Bawah Indonesia (GMBI).
“Secara moral Kapolda harus meminta maaf kepada warga Jabar atas kericuhan ini,” tegasnya seperti diberitakan kesamkesim.

Ruhut : Ahok Bicara Fakta, Jangan Diajak Berkhayal

028969800_1480260503-ahok-djarot1

Seputar info debat cagub cawagub DKI Jakarta berlangsung sangat sengit dalam penilaian yang terkait siapa yang akan menang dan kalah dalam debat tersebut.

Pasangan Basuki Tjahaja Purnama atau Ahok – DJarot Siafut Hidayat, Ruhut Sitompul mengatakan, tidak perlu melihat siapa yang unggul dalam debat putaran pertama ini. Didalam sosial media kita juga sudah mengetahui siapa yang cukup mewakili DKI Jakarta.

“Jika di lihat dari sosial media debat ini mengatakan Ahok seng ada lawang (tidak ada lawannya). kalau dinilai Ahok Djarot 70, kalau yang lain hanya 30,” ujar Ruhut di Taman Kalijodo, Jakarta (14/1/2017).

Tidak ada alasan untuk masyarakat dalam memberikan nilai baik kepada Ahok – DJarot. Semua hal yang di sampaikan selama debat kemarin merupakan sebuah fakta yang sudah di kerjakan.

Sudah tentu sangat berbeda dengan kedua pasangan lainnya. Ruhut menilai kedua pasangan Agus-Sylvi dan Anies-Sanda hanay memberikan janji palsu dan mimpi kosong.

“Jika Ahok sudah mengatakan yang fakta, berarti Ahok tidak mengajak menhayal,” Pungkas Ruhut.

Dari Belasan Benda yang Diledakkan, Hanya 6 yang Asli Bom

Tim Gegana dari Detasemen B Brimob Polda Jatim bersiap meledakkan sebuah benda yang diduga bom di depan Yayasan Pendidikan Karmel, Malang, Jawa Timur, Rabu (20/4). Kepolisian setempat masih menyelidiki serpihan dan asal benda yang diduga bom tersebut. ANTARA FOTO/Ari Bowo Sucipto/Spt/16.

Kriminal303Seputar info yang terdengar, ada Belasan bunyi ledakan dari bom yang didisposal atau diledakkan terdengar dari lokasi penggerebekan terduga teroris di Setu Babakan, Setu, Tangerang Selatan, Rabu 21 Desember kemarin. Namun hanya ada enam bom siap ledak yang turut dimusnahkan saat disposal kemarin.

Kepala Biro Penerangan Masyarakat Divisi Humas Polri Brigjen Rikwanto mengatakan, banyaknya suara ledakan karena semua material diduga bom di lokasi tersebut didisposal.

“Yang diduga bom, semuanya didisposal. Tapi yang kelihatan asli bom semuanya enam,” ujar Rikwanto di Monas, Jakarta Pusat, Kamis (22/12/2016).

Rikwanto melanjutkan, petugas tidak ingin berspekulasi terkait material yang ada di tempat tinggal para terduga teroris itu. Petugas pun memusnahkan semua material yang diduga bom.

“Jadi banyaknya ledakan karena semua dicoba, takutnya dikiranya bukan bom, padahal bom,” kata dia.

Bom yang didisposal itu, tutur Rikwanto, terdiri dari beragam ukuran, mulai dari sebesar kaleng hingga tabung gas tiga kilogram. Namun secara umum, bom-bom para terduga teroris memiliki daya ledak rendah atau low explosive.

“Materialnya arang, belerang, kemudian black powder. Ada mur, paku itu bagian dari bom, itu boster-nya. Masuk kategori low explosive kata satgas penjinak bom,” pungkas Rikwanto.

By : Domino 99

Santri Hilang Ketika Mandi Sore Saat Ditemukan Sudah Tidak Bernyawa

Jpeg

Kriminal303 – Selama tiga hari mencari, akhirnya Tim SAR gabungan menemukan mayat yang di duga santri Ponpes Masyarikul Anwar, Arya Pradigma, Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon.

Informasi yang kami dapatkan bahwa korban ditemukan di pinggiran sungai di desa Arjawinangun, Kulon Kabupaten Cirebon. Korban di temukan dalam kondisi sudah tidak bernyawa lagi “Mayat korban saat ditemukan dalam kondisi sudah membusuk,” Ujar Kapolsek Ciwaringin AKP Tutu Mulyana.

Setelah di evakuasi, dia mengatakan bahwa korban kemudian langsung di bawah ke rumah sakti Arjawingun. Sejauh ini, lanjut dia, belum ada konfirmasi dari pihak keluarga korban yang terkait dalam kepastian mayat.

Namun, pihaknya yakin bahwa mayat tersebut merupakan Dika, Santri Ponpes Masyarikul Anwar yang selama tiga hari di cari. “Yang penting sudah ketemu dan kami tinggal menunggu konfirmasi keluarga korban,” ujarnya.

Sebelum, Tim SAR Kabupaten Cirebon menggelar pencarian terhadap Dika Arya Pradigma, santri Ponpes Mayarikul Anwar, Desa Babakan, Kecamatan Ciwaringin, Kabupaten Cirebon. Santri yang masih berstatus pelajar di MTS Negeri Ciwaringin Kabupaten Cirebon tersebut dilaporkan hanyut pada 2 Desember 2016 sekitar pukul 17.00 WIB.

Dari informasi yang didapat di lokasi, korban bersama keenam temannya sedang mandi sore di Sungai Ciwaringin saat air sungai meluap mendadak. Saat kejadian, empat rekan korban sempat naik ke atas, sementara Dika dan salah seorang temannya terbawa arus.

Salah satu santri itu berhasil menyelamatkan diri. “Santri yang berhasil menyelamatkan diri tersebut sempat berusaha menolong Dika namun tidak berhasil,” kata Kapolsek Ciwaringin AKP Tutu Mulyana. Domino 99

ABG 15 Tahun Di Perkosa Ramai Ramai Oleh 3 Pemuda Selama 2 Hari

anak-abg-diperkosa

Kriminal303 – Sat Reskrim Polres Wonosobo menangkap 3 pemuda tanggung yang telah menyekap seorang gadis dibawah umur selama 2 hari. Selain disekap, gadis malang berusia 15 tahun itu juga diperkosa berkali-kali. Peristiwa ini terjadi di kediaman salah satu pelaku di Kalikajar, Wonosobo, Jawa Tengah. Bermula ketika korban hendak berbelanja di Pasar Kertek untuk membeli sayuran lalu bertemu pelaku bernama AG yang masih buron.

“Pada 28 Oktober pagi, korban berkenalan dan dilanjutkan dengan bertukar nomor HP. Sorenya, korban mendapat SMS dari AG diajak bertemu. AG dan korban lalu bertemu, dan menyuruh korban membonceng motor menuju rumah pelaku lainnya bernama AZ di Kalikajar,” kata Kasat Reskrim Polres Wonosobo AKP Suharjono melalui siaran pers pada SahabatQQ.

Rumah tersangka AZ diketahui kerap sepi karena kedua orangtuanya bercerai dan tinggal di luar kota. Di rumah AZ telah ada pelaku lainnya yaitu AS, MT dan AR. “Korban langsung disuruh masuk kamar sementara 5 pelaku mengobrol di ruang tamu. Pada pukul 23.00 WIB, pelaku AG masuk ke dalam kamar dan melucuti baju korban. Karena kalah tenaga, korban tak kuasa melawan hingga akhirnya telanjang dan disetubuhi oleh pelaku AG,” ujar Suharjono.

Korban pun tertidur pulas usai disetubuhi oleh AG karena lelah, dan pada pukul 03.00 WIB ia keluar kamar. Pelaku AG lalu menyuruh pelaku MT masuk ke kamar di mana korban tertidur dan lemas karena kecapaian sehabis dipaksa melayani nafsu AG.

“MT pun masuk dan bergantian menyetubuhinya. Seolah tidak cukup dengan hal itu, 3 pelaku lainnya bergantian mencabuli korban meskipun tidak sampai menyetubuhinya. Malam harinya, pelaku AG kembali menyetubuhi korban sebanyak 2 kali hingga pada Kamis 30 Oktober pukul 10.00 WIB korban dipulangkan oleh pelaku AZ,” ujar Suharjono.

Sesampai di tempat korban, ternyata kedua orangtuanya sudah mengetahui hilangnya anak mereka. Korban yang dicecar pertanyaan dari orangtuanya lalu bercerita soal peristiwa keji yang ia alami selama 2 malam.

“Orangtua korban tidak terima lalu lapor ke Polres Wonosobo. Penindakan dilakukan dan menangkap AZ, MT dan AS, sementara AG dan AR buron. Motif mereka menjawab terinspirasi video porno,” ujar Suharjono.

Ketiga pelaku terancam Pasal 81 atau Pasal 82 UU No 23/2002 tentang Perlindungan Anak dengan ancaman hukuman minimal 3 tahun penjara. Kapolres Wonosobo melalui Kasubbag Humas Polres Wonosobo AKP M Taat Resdianto menyampaikan keprihatinannya atas kasus ini.

“Baik korban dan pelaku kesemuanya di bawah umur. Tentunya ini menjadikan keprihatinan kita semua di mana anak di bawah umur mencabuli bahkan menyetubuhi rekan sebayanya. Untuk itu kami mengimbau kepada para orang tua untuk semakin meningkatkan pengawasan terhadap pergaulan anak-anaknya. Jangan sampai anak anak kita menjadi korban maupun pelaku kejahatan seperti ini,” ungkapnya.

“Ke depannya kita akan koordinasikan dengan dinas terkait untuk melaksanakan penyuluhan dan pembinaan terhadap anak di bawah umur untuk mengantisipasi kejadian seperti ini berulang,” tutup Kasubbag Humas. ( Domino 99 )